Minggu, 22 April 2012

Semu


Seberapa mampu kita menjangkah apa yang ingin kita miliki? Kita bukan akar, yang mencengkeram tanah-tanahnya sekuat tenaga selamanya hanya karena dia yakin tanpa tanah tak akan bisa hidupnya berlangsung lama.
Aku mempelajarinya beberapa waktu lalu, bahwa yang abadi itu tidak ada, sekeras apapun kita berusaha mengadakan dan mempertahankan apa yang patut kita miliki hingga dua puluh, empat puluh, atau seminimal dua tahun lagi. Begitu juga dengan ingatan. Mereka itu semu. Aku semu,  yang tak akan kekal di pikiran siapapun. Juga kau, dia, dan segala yang ada.
Karena, pada akhirnya kita akan lupa. Waktu adalah sesederhana faktor usia yang tak bisa kita elak. Kau akan lupa, untuk apa kau terus melangsungkan hidupmu demi pekerjaan yang menyiksa. Kau akan lupa, siapa yang pernah menolongmu waktu kesusahan. Kau akan lupa apa makanan favoritmu sementara lidahmu tak lagi peka merasa. Aku pun, akan lupa bagaimana aku bisa seantusias ini dengan harapan-harapanku. Dan kita juga akan lupa, apakah kita masih perlu alasan untuk menghidupi hidup yang kita jalani dengan stagnan dan mengikuti arus saja.
Dan seiring dengan itu, kita bahkan tak akan lagi mengenal siapa diri kita, bahkan setelah kita berbangga hati telah menemukan yang dikata jati diri.

3 komentar:

Ayu Welirang mengatakan...

Hmm, menjangkah apa menjangkau ya? Kira-kira saya memang belum tahu artinya atau memang ada typo? Hehehe. Salam.

Cindy Dinda Andani mengatakan...

welcome back :) been waiting for a month, lol xD
menurut saya, malah ada beberapa ingatan, yang masih terekam dengan sangat jelas, setiap detailnya, setiap detiknya, terperangkap dalam memori. ingatan yang ingin dihilangkan. tapi tak juga hilang.

Putripus mengatakan...

@Ayu : bukan typo, sering dipakai di banyak tulisan. kalau tidak salah artinya semacam menjejak, atau melangkah :)

@Ndoth : hahaa thanks Ndoth :3
Hmm agak repot untuk orang kayak saya yang pelupa parah. hari ini bisa saya marah-marah, emosi meluap-lupa sampai nangis sesenggukan. besoknya saya sudah lupa alasan-alasan kenapa saya semarah itu :)

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com