Selasa, 03 September 2013

Bangun Pagi

Halo, Pa.
Dulu sekali, bukankah kita hobi bangun pagi? Lalu jalan-jalan yang agak jauh, berburu tiwul enak tak lama setelah matahari mulai naik. Tak lama setelah kota menjadi agak lebih terang dari menit-menit sebelumnya.
 Dulu sekali, bukankah Papa bilang, olahraga itu penting. Supaya aku tinggi dan sehat. Di ulang tahunku yang ke—entah, aku lupa—Papa belikan aku sepeda yang tinggi untuk orang besar. Tiap Minggu pagi, dulu sekali, Papa bangunkan aku pagi-pagi, menyuruh bersepeda. Biar tinggi, katanya.
Papa, dulu sekali. Papa sering ajak aku jalan-jalan. Udara pagi bagus sekali. Matahari terbit sewajarnya. Mungkin sangat cantik, layaknya matahari terbit di foto-foto itu. Mungkin sangat memukau. Tapi saat itu aku tak terlalu peduli. Lebih penting udara paginya dan jalanan masih begitu sepi, bukan pukul berapa matahari terbit atau bagaimana anggunnya benda itu merayap naik pelan-pelan di jauh sana.
Papa, pagi tadi, aku bangun pagi-pagi sekali. Sebenarnya, hanya demi bisa mengambil foto matahari terbit untuk hiasan di Instagram. Maklum, aku susah bangun pagi, Papa tahu itu, kan?
Dan, Pa, tahu tidak? Cantik sekali. Terbitnya—ternyata—cantik sekali. It reminds me of you and our Sunday morning hours. Am I too old to hope that I could turn back the time? Lalu kita jalan-jalan pagi lagi. Lalu aku tamatkan sungguh-sungguh bagaimana matahari terbit setelah subuh.
Bukan asal jalan.
Bukan asal bersepeda.
Bukan asal-asalan tak menikmati waktu-waktu saat aku masih bisa bersama Papa.
Yang aku sesali, aku tak pernah merekam sungguh-sungguh semua pembicaraan kita, kecuali di bulan-bulan terakhir hidupmu.
Malam lalu, akhirnya Papa datang di mimpiku ya, Pa. Mengemas semua barang dalam koper-koper besar, lalu pergi jauh.
Pa, kamu sudah terlalu jauh meninggalkan kami. Di mimpi saja, jangan pergi lagi.

4 komentar:

Restu Sunjaya mengatakan...

pupussss aku sampe nangis :(((

Putripus mengatakan...

hahahaa podo tu, cupcup :)

@adarmawans mengatakan...

pukpuk pupus.. :')

@adarmawans mengatakan...

pukpuk pupus.. :')

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com