Minggu, 29 Mei 2016

Surat Sepenggal


.....

Kenapa Papa harus sebegitu komplitnya menjadi Ayah buat saya? Pa, saya suka cara Papa menolak permintaan saya. Saya suka Papa mengajarkan saya menunggu datangnya hal-hal baik yang worth waiting for. Saya suka cara Papa mengajarkan saya untuk sabar dan mandiri. Untuk jangan pernah berhenti mencoba meskipun gagal berkali-kali. Untuk terus meyakinkan bahwa saya bisa dan saya harus yakin bahwa saya bisa. Untuk selalu memberi saya kepercayaan bahwa saya punya kontrol untuk menjaga diri sendiri. Saya suka euforia yang Papa ciptakan setiap kali saya bisa melakukan, menyelesaikan, dan mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya suka segala sesuatu yang Papa terapkan terhadap saya. Saya tumbuh menjadi perempuan yang dibentuk dengan nilai-nilai yang begitu baik.

Pa, apa yang terjadi kalau waktu itu pengobatan berjalan dengan baik dan Papa kembali sehat sampai hari ini dan seterusnya? Mungkin saya akan sangat bahagia, namun sekaligus menjadi produk gagal. Gagal ditempa masalah. Gagal menghadapi masalah. Semua ini, Pa, semoga cepat diberi titik terang. Ini hanya bagian kecil, Pa. Kapan-kapan lagi kalau ada waktu bertatap muka. Di mimpi, mungkin kita bisa lebih banyak bicara.

Pa, Selamat Hari Ayah. Datanglah sekali-sekali ke mimpi mereka, katakan kalau saya bisa.




-------------------------------------
Surat untuk Papa yang mengendap di laptop saya, ditulis 12 November 2014.

1 komentar:

Dewi Aja mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com