Senin, 19 Desember 2011

Bukan Sekedar 'Ibu'

source : tumblr



Oke. Menjadi Ibu itu bukan perkara yang mudah, bukan seperti memutuskan dua pilihan klise antara ‘iya’ atau ‘tidak’. Menjadi Ibu itu—menurut saya—kewajiban perempuan, terlepas dari bisa atau tidaknya dia memiliki keturunan dari rahimnya sendiri. 
Menurut saya, Ibu itu harusnya sempurna di mata anak-anaknya. Sudah semestinya seorang Ibu itu menjadi panutan. Mungkin, Ibu itu seperti artis. Entah faking good atau bagaimana yang dilakukannya, sebisa mungkin berusaha menyembunyikan cacat sikapnya. Apalagi untuk seorang Ibu rumah tangga yang sehari-hari ditinggal suaminya bekerja. Mau tidak mau 24 jam Ibu lebih istimewa dibandingkan 24 jam punya Ayah karena harus dilewatkannya quality time beriringan dengan tumbuh kembang si anak. Jelas, proporsi kerepotan Ibu berkali lipat lebih banyak.
Saya memang belum menjadi seorang Ibu. Iya, belum, karena saya punya cita-cita bahwa suatu saat nanti saya harus menjadi seorang Ibu. Saya mau jadi Ibu yang tanpa cacat di mata anak saya. Saya mau jadi sahabat terbaik anak saya. Saya mau jadi Ibu yang selalu ada di tiap cerita anak saya, tentang betapa bangganya dia terlahir dari rahim seorang saya. Saya mau jadi Ibu yang tidak pernah putus didoakan anak saya, bahkan ketika saya sudah melepaskan mereka untuk hidup dewasa dengan pilihan masing-masing.
Saya mau jadi Ibu yang bisa menahan emosi di tiap kesalahan yang dilakukan anak saya. Kalau kata Mama, “Ibu itu mendhem jero, maksudnya sesakit hati apapun seorang Ibu, selalu dan akan selalu ada toleransi untuk anaknya. Sebisa mungkin seorang Ibu tidak menunjukkan kemarahannya terhadap kesalahan si anak. Kalaupun kemarahan itu akhirnya meledak, bisa jadi memang si anak sudah melewati batas toleransi Ibu. Sudah kelewatan menyalahgunakan kesabaran Ibu.
Ah, sebenarnya saya punya cita-cita menjadi Ibu yang seperti Mama saya. Jangan ditanya kenapa. Mama terlalu sempurna sampai rasanya segala tulisan tentang Ibu terlalu remeh temeh kalau ditujukan untuknya. Karena beliau, lebih hebat dari tumpukan kata-kata yang disusun begitu rapi dan penuh cinta untuk mendeskripsikan seorang ‘Ibu’.

2 komentar:

Rohis Facebook mengatakan...

cita2 tertinggi bagi seorg Wanita adalah menjadi IBU dr Anak2x... *smile

Putripus mengatakan...

riiiiiight :)

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com