Minggu, 11 Desember 2011

Monoton


Pagi sedang mengunyah biskuit cokelat yang tak lagi renyah di pelataran teras rumah. Giginya ngilu, ada lubang menganga di geraham pojok kanan bawah. Menganga minta ditambal. Tapi Pagi sedang tak punya banyak waktu. Banyak yang harus dilakukannya. Makan, minum, menonton TV, tidur, mandi. Ah, banyak sekali. Pagi sedang tak mau repot-repot ke rumah sakit hanya untuk mengeluhkan ketidaksempurnaan giginya.
Pagi membuka harian pagi ini. Politik, politik, politik lagi. Baru halaman satu, ditutupnya kembali. Biakuitnya belum juga habis. Tapi bau nasi goring buatan Ibu sudah memanggilnya. Sedap.
Pagi menguap, matanya masih lekat di sudutnya, masih ingin melanjutkan tidur.
Ah, begitulah si Pagi. Hidupnya begitu-begitu saja.

2 komentar:

Senja mengatakan...

pagi selalu beraroma sama memang, kantuk,sarapan,...tapi selalu menghadirkan harapan baru disetiap awal hari :)

Putripus mengatakan...

iya mbak, setuju ! tapi kalo nggak ada yang bikin mood jelek sih. kalo bangun pagi mood udah jelek bisa dipastiin seharian bakalan nggak oke :p

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com