Jumat, 04 Maret 2011

Bobrok

Psikologi Sosial. Dosennya Prof. Dr. Suryanto. Hmm kelas berjalan lancar seperti biasa sampai Pak Suryano nunjukin video kekerasan masyarakat yang mengatasnamakan diri mereka sebagai orang Islam. Membunuh sesame yang dianggap ‘sesat’ dalam ajaran agama. Pak Suryanto bilang, “Orang-orang itu mengaku dirinya Islam. Kok bisa ya ? Apa agama mereka udah bener ? Harusnya seseorang bangga dan mengakui agamanya kalau caranya menjalani udah bener”. Klik. Langsung anak sekelas nggak ada yang ngaku ketika ditanya “Siapa di sini yang mengaku Islam ?” oleh beliau.

Nggak ngaku, bukan berarti selama ini kita atheis. Tapi bener juga katanya Pak Suryanto. At least, Islam itu nggak sedangkal apa yang kita lakuin sehari-hari. Nggak sesepele itu. Islam itu lebih dalam. Semua agama deh. Nggak cuma stuck di ibadah. Cara berperilaku juga pastinya diatur dalam hukum agama.

Nah masalahnya adalah, Islam itu sejauh ini masih berlaku hanya sebagai status yang menempel di tubuh seseorang. Saya juga mungkin. Masih banyak kurang, masih banyak khilaf, masih jauh dari kata bener. Itulah yang saya tangkep dari omongannya Pak Suryanto. Dan itulah kenapa orang yang memperbaiki dirinya sendiri dinilai masih lebih baik daripada orang yang ngaku beragama ini, beragama itu, tapi kelakuannya bener-bener bobrok nggak bermoral dan menjatuhkan nama agama yang seharusnya dia bela.

Mungkin maksud omongan Pak Suryanto adalah jangan ngaku Islam kalau kamu belum bener-bener jadi seorang pemeluk Islam yang baik dan benar. Itu aja singkatnya. Kurang lebihnya, cuma Allah deh yang Maha Tahu kadar keislaman seseorang.

“Saya berencana menunjukkan video kekerasan tiap minggu di mata kuliah Psikologi Sosial supaya kalian tau gimana bangsa Indonesia, Negara kalian ini”

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com