Kamis, 02 Februari 2012

#20 Perempuan-Perempuan Kasihan

Kepada mereka yang bukan aku, dan semoga tidak akan menjadi bagian dari masa depanku.
Perempuan-perempuan kantoran. Berkemeja rapi, berdandan cantik setiap pagi. Berangkat setengah tujuh, pulang setelah Magrib. Duduk di balik meja, menghadapi setumpuk pekerjaan. Mengerjakan banyak hal yang melenceng dari bidang yang digelutinya semasa kuliah. Gerah. Jengah.
Lalu pulang membawa nyawa berisi rasa kantuk, membawa mereka untuk ingin langsung tidur saja. Sebelum tidur, mereka memandang langit-langit. Kosong. Mereka menghabiskan waktu-waktu mereka sebagai perempuan penyandang karir dengan upah yang cukup, tapi tidak tahu apa yang dikerjakannya selama ini. Tidak tahu apa mereka layak untuk ini. Merasa ganjil, tapi tidak tahu apa yang mereka inginkan sebenarnya untuk menggenapkannya. Tidak tahu apakah berhari-hari yang mereka habiskan untuk menjadi bagian pekerjaan, memang apa yang diimpikannya. Tidak tahu apakah mereka bahagia, atau tidak.
Lalu tertidur.
Paginya bangun, dan melakukan aktivitas-aktivitas yang sama dari Senin hingga Jumat.  Masih dengan perasaan yang tidak pernah utuh karena tidak berkesempatan mengejar apa yang mereka inginkan. Terkungkung dalam formalitas dunia kerja yang bahkan tidak sepenuh hati mereka jalani.
Perempuan-perempuan yang cita-citanya mengendap begitu saja. Seperti gula dalam air yang tak pernah diaduk. Cita-cita itu dibiarkan begitu saja dalam ketidaksadarannya, tanpa ada usaha untuk membuatnya larut dan hidup di dalam kehidupannya. Perempuan-perempuan kasihan yang tidak pernah ada usaha untuk memaniskan hidupnya dengan cita-cita dan keinginan yang tak pernah diwujudkannya.
Sebisa mungkin, aku tak ingin menjadi kalian.
Lalu aku berkaca. Ternyata aku bahkan tak tahu cita-citaku apa.
Eh, sama saja.

2 komentar:

Atma Muthmainna mengatakan...

akupun tak ingin seperti itu,kerja, kerja,,,dan kerja...

Putripus mengatakan...

ambil cuti mbak, have fuuuuuun :*

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com