Minggu, 09 Oktober 2011

#10 Kunang-Kunang


“Selamat ulang tahun, Sayang”, ujar Ibu, membangunkan aku yang sedang tidur nyenyak tengah malam sambil mengecup keningku.
Dibawa serta olehnya toples selai kecil yang begitu kukenal. Toples bekas selai nanas yang kuambil dari rak makan di rumah nenek. Tempatku menyimpan potongan kuku kakek yang dibersihkan saat beliau dimandikan sebelum dimakamkan. Kusimpan selama dua tahun di atas rak meja belajarku. Toples kecil tempatku menaruh harap bahwa kelak, kuku-kuku kakek menjelma menjadi kunang-kunang seperti kata orang bahwa kunang-kunang berasal dari kuku orang yang telah meninggal.
Dan malam ini, Ibu membawanya dalam wujud toples kaca berisi kerlap-kerlip binatang kecil yang terbang dengan sayap mereka. Setoples kunang-kunang, di hari ulang tahunku yang ke delapan. Berbinar. Bersinar.
Kalau aku jatuh cinta—suatu hari nanti—kupastikan segerombolan makhluk indah inilah yang menari-nari di dalam perutku, bukan kupu-kupu.

#10 Hadiah
#15harimenulisdiblog

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com