Rabu, 29 Desember 2010

Di Radio, Aku (tidak) Dengar...

Aku memutar lagu itu terus-menerus, berulang-ulang berurutan. Aku suka, itu lagu jatuh cinta. Aku bisa merasakan nadanya mengalun mesra di telingaku, membisikiku serentetan kalimat damai yang aku teguk nikmat seperti secangkir kopi tanpa ampas di pagi hari. Dan lagu itu adalah lagu favoritnya. Lagu yang sering diperdengarkannya untukku dan untuk banyak orang.

Aku duduk termangu, masih di atas tempat tidur, dan masih dengan sepasang earphone tertancap di kedua telingaku. Pagi ini harusnya dia muncul dengan suara sedapnya. Namun, sudah setengah jam aku tunggu, si lelaki belum juga muncul ke peredaran.

Lagi, aku menunggu. Dia selalu ontime. Aku tahu.

Satu jam.

Satu setengah jam.

Lama sekali, ke mana dia ?

“Surtiiiiiii !”

Ah, waktunya kerja. Non majikan pasti marah kalau kerjaku lelet hanya untuk mendengarkan siaran radio kesayanganku. Apalagi menunggunya yang belum juga siaran. Ah, lelaki idamanku, si penyiar radio favoritku, pengisi semangat kalau aku terlalu lelah bekerja membereskan pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Semoga besok kamu siaran. Karena aku pembantu yang butuh hiburan.

2 komentar:

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

singkat nan menggelitik...^_^

Putripus mengatakan...

makasih mas :D

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com