Jumat, 24 Desember 2010

Badut


aku melihatnya sepersekian detik setelah ponakanku menangis melihatnya

aku melihatnya tetap tersenyum

bagaimana bisa ?

bukankah menyakitkan melihat orang yang berusaha kita hibur justru menangis

dan mengingkari kehadiran kita ?

aku melihatnya tersenyum, pasti sakit rasanya

bagaimana bisa ?

bukan keinginanmu kan hidup dalam polesan semunafik itu

salut denganmu, Badut

sebisa mungkin aku ingin bisa sepertimu ;)

2 komentar:

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

intinya kita harus belajar memiliki kelapangan hati yg maha luas yh ?...^_^

Putripus mengatakan...

iya, bener..
mereka aja bisa senaif itu nyingkirin hal yang menjengkelkan, kenapa kita nggak ?

Posting Komentar

Silakan meninggalkan jejak :)

Cari di Sini

 
 
Copyright © Sepotong Keju
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com